Skip to content

PortalPermainan

Temukan panduan lengkap, berita terkini, dan komunitas untuk semua gamer Indonesia.

Primary Menu
  • Beranda
  • Ulasan Game
  • Tips & Trik
  • Game Mobile
  • eSports
  • Home
  • Tips & Trik
  • Real Tennis vs Tenis Modern: 5 Perbedaan Mendasar yang Wajib Diketahui Gamer
  • Tips & Trik

Real Tennis vs Tenis Modern: 5 Perbedaan Mendasar yang Wajib Diketahui Gamer

Ahmad Farhan 2026-02-08

Real Tennis vs Tenis Modern: Mengapa Gamer Perlu Tahu Perbedaannya?

Kamu main game tenis, kan? Mario Tennis, Top Spin, Virtua Tennis—semua seru. Tapi pernah dengar “Real Tennis”? Bukan, ini bukan istilah untuk tenis “nyata” di TV. Ini adalah olahraga raket kuno yang jadi cikal bakal tenis modern, dan kompleksitasnya bikin kepala pusing. Sebagai gamer yang juga menggemari sejarah game dan mekanika unik, saya sering menemukan game-game indie atau simulasi yang mencoba mengangkat Real Tennis, dan pemain sering bingung: “Kok lapangannya aneh? Kok aturannya beda?”
Nah, artikel ini bukan sekadar pelajaran sejarah. Ini adalah kunci untuk mengapresiasi desain game yang mengambil latar belakang ini. Dengan memahami 5 perbedaan mendasar antara Real Tennis dan tenis modern, kamu akan bisa menikmati game-game bertema tersebut dengan lebih dalam, bahkan bisa memprediksi strategi dan tantangan unik yang akan dihadapi avatar-mu di dalam game.

Side-by-side comparison illustration of a Real Tennis court and a modern tennis court, top-down view, with simple labels highlighting key architectural differences, soft pastel color palette high quality illustration, detailed, 16:9

1. Arena Pertarungan: Lapangan yang “Tidak Waras” vs yang Simetris

Ini perbedaan paling visual dan langsung mempengaruhi gameplay.

  • Real Tennis (Court Tennis): Bayangkan lapangan dalam ruangan (indoor) dengan arsitektur abad pertengahan. Bentuknya persegi panjang, tapi tidak simetris. Ada dinding (disebut “penthouses”) di tiga sisi, dengan atap miring. Jaringnya (net) tidak di tengah-tengah; satu sisi (disebut “Dedans”) lebih pendek dari sisi seberangnya (“Tambour”). Ada bagian bernama “Galeri” (bukaan di dinding) dan “Grating” (jeruji). Memukul bola ke area-area ini bisa menghasilkan poin langsung atau skenario khusus. Lapangannya sendiri penuh dengan sudut-sudut aneh dan permukaan yang berbeda. Dalam konteks game: Sebuah game Real Tennis yang otentik akan menjadikan arsitektur lapangan ini sebagai bagian integral mekaniknya. Bola akan memantul tak terduga dari dinding miring (“penthouses”), dan skill “menembak” bola ke “Galeri” akan jadi teknik advanced.
  • Tenis Modern: Lapangan simetris sempurna, terbuka atau tertutup, dengan permukaan yang seragam (rumput, tanah liat, keras). Tidak ada dinding yang terlibat dalam permainan (kecuali squash atau racquetball, itu beda olahraga lagi). Fokusnya murni pada area persegi panjang di kedua sisi net. Dalam game: Mekaniknya lebih mudah diprediksi. Fisika bola dan pantulan lebih sederhana, memungkinkan game lebih fokus pada timing, power, dan penempatan shot.
    Intinya untuk gamer: Jika kamu main game dan lapangannya terlihat seperti ruang istana yang rumit dengan banyak sudut mati, besar kemungkinan itu adalah simulasi Real Tennis. Bersiaplah untuk kurva belajar yang lebih curam karena kamu harus menguasai “peta” yang tidak biasa ini.

2. Senjata dan Amunisi: Raket & Bola yang “Primitif”

Gear yang digunakan juga mempengaruhi feel permainan secara signifikan.

  • Raket Real Tennis: Kepalanya tidak simetris (biasanya miring ke satu sisi), dengan gagang yang panjang. Senarnya terbuat dari usus (gut) dan tensinya lebih rendah. Desain ini untuk kontrol dan spin yang ekstrem di lapangan tertutup, bukan untuk power mentah. Bobot dan feel-nya sangat berbeda.
  • Bola Real Tennis: Lebih keras dan kurang elastis dibanding bola tenis modern. Intinya dari gabus, dibungkus kain, dan tidak memiliki tekanan internal seperti bola modern. Pantulannya lebih rendah dan lebih cepat, cocok untuk permainan di lantai batu dan dinding.
    Dampak pada gameplay (simulasi): Sebuah game Real Tennis yang baik akan mencoba menerjemahkan feel ini. Mungkin shot-nya akan terasa lebih “berat”, kecepatan bola lebih konstan tetapi dengan pantulan yang tidak terduga dari dinding. Ini berbeda sekali dengan sensasi “plong” dan akselerasi cepat saat melakukan topspin drive di game tenis modern seperti Top Spin.

3. Aturan & Sistem Poin: Di Mana “Hazard” Bukan Kecelakaan

Ini dia jantung dari kompleksitasnya. Sistem poin Real Tennis sangat kaya dan berbasis strategi ruang.

  • Konsep “Chase”: Ini adalah fitur paling unik dan membingungkan bagi pemula. Singkatnya, jika bola memantul dua kali di sisi lawan tanpa bisa dijangkau, poin tidak langsung diberikan. Sebaliknya, lokasi pantulan kedua itu (“chase”) dicatat. Poin akan diselesaikan nanti dengan cara “membela” atau “menyerang” chase tersebut. Ini seperti menunda penghargaan poin dan menciptakan lapisan strategi tambahan yang dalam.
  • Hazard dan Winning Openings: Memukul bola ke bukaan khusus di dinding (seperti “Dedans” atau “Galeri”) menghasilkan poin langsung. Area-area ini disebut “hazard” atau “winning openings”. Ini adalah mekanik “stage interaction” yang sempurna untuk sebuah video game. Bayangkan skill shot khusus yang harus kamu arahkan ke titik tertentu di dinding untuk instant KO.
  • Sistem Poin: Mirip dengan tenis modern (15, 30, 40, game), tetapi dengan variasi dan istilah kuno seperti “setengah-thirty” (45).
    Bagi gamer, sistem ini adalah ladang emas bagi desainer game. Sebuah game Real Tennis bisa memiliki mode tutorial yang mendalam hanya untuk menjelaskan “chase”, atau bisa menyederhanakannya menjadi mekanik “special meter” yang terisi saat kamu menciptakan chase yang baik, lalu bisa dikonversi menjadi poin. Pemahaman ini membuatmu tidak sekadar memukul bola, tapi benar-benar “menguasai medan”.

4. Filosofi Permainan: Catur Bulat vs Uji Ketahanan

Perbedaan ini tentang mindset.

  • Real Tennis adalah permainan strategi dan geometri. Ini seperti catur dengan raket. Kamu tidak hanya bermain melawan lawan, tapi juga melawan arsitektur lapangan. Setiap pukulan adalah perhitungan untuk menciptakan chase yang sulit, atau memanfaatkan sudut dinding untuk membuat bola tak terjangkau. Kecepatan dan stamina fisik penting, tetapi kecerdasan taktis lebih utama.
  • Tenis Modern lebih menekankan atletisme, kekuatan, dan ketahanan mental di lapangan terbuka yang seragam. Pertarungan sering kali adalah uji kekuatan fisik dan konsistensi dari baseline, dengan sentuhan strategi penempatan dan variasi spin.
    Jadi, game seperti apa yang kamu sukai? Jika kamu lebih suka game yang menuntut perencanaan, penguasaan lingkungan, dan taktik yang dalam (seperti rasa Portal atau Baba Is You tapi dalam format olahraga), maka simulasi Real Tennis akan memuaskan. Jika kamu lebih suka refleks cepat, ritme permainan yang intens, dan duel langsung a la Street Fighter, game tenis modern lebih cocok.

5. Warisan & Relevansi: Dari Raja-Raja ke Game Indie

Real Tennis adalah olahraga elit yang dimainkan di istana Raja Henry VIII di Inggris. Hari ini, hanya ada segelintir lapangan (sekitar 50) di dunia, terutama di Inggris, Prancis, dan Australia. Namun, warisannya hidup dalam beberapa bentuk:

  1. Nama: Istilah “tennis” sendiri berasal dari seruan Prancis “Tenez!” (“Ambil!” atau “Terima!”) yang diucapkan saat servis di Real Tennis.
  2. Kosakata: “Love” (nol) diduga berasal dari “l’oeuf” (telur, berbentuk nol). “Deuce” dari “à deux le jeu” (skor sama).
  3. Dalam Budaya Pop & Game: Olahraga ini sering muncul sebagai simbol status dan keunikan. Beberapa game strategi atau RPG bertema sejarah mungkin menyertakan minigame Real Tennis. Yang lebih menarik, beberapa developer indie telah mencoba membuat simulasi Real Tennis yang akurat, seperti The Royal Game of Court Tennis. Memainkannya adalah pengalaman sejarah interaktif yang langka.
    Keterbatasan & Catatan Kritis: Harus diakui, Real Tennis sangat niche. Sebuah game yang terlalu setia pada semua kompleksitasnya berisiko hanya menarik audiens yang sangat kecil. Banyak game yang mengklaim tentang “tenis kuno” mungkin hanya mengambil estetikanya saja, tanpa menerapkan mekanik chase dan hazard yang sesungguhnya. Sebagai gamer, kita harus kritis: apakah game ini menawarkan simulasi yang dalam, atau hanya sekadar skin tenis modern di lapangan aneh?

FAQ: Pertanyaan Gamer tentang Real Tennis

Q: Apakah ada game Real Tennis yang bagus untuk PC/console?
A: Sayangnya, tidak ada yang benar-benar mainstream. Beberapa title seperti The Royal Game of Court Tennis (PC) berusaha simulasi akurat. Alternatifnya, coba game Squash atau Racquetball (seperti Racket: Nx) untuk merasakan sensasi menggunakan dinding dalam permainan raket, meski aturannya berbeda.
Q: Kalau begitu, kenapa saya harus repot-repot mempelajari perbedaan ini?
A: Karena pengetahuan ini adalah “cheat code” untuk apresiasi desain game. Ketika kamu menemukan game dengan lapangan tertutup aneh dan aturan tidak biasa, kamu langsung paham konteks historisnya. Kamu bisa menilai: “Oh, developer ini benar-benar riset!” atau “Ini cuma gimmick visual.” Ini memperkaya pengalaman bermainmu.
Q: Mana yang lebih sulit, Real Tennis atau tenis modern?
A: Sulit diukur. Real Tennis secara teknis dan taktis sangat kompleks karena lapangannya. Tenis modern menuntut atletisme fisik yang luar biasa. Seorang ahli dari [Museum Tenis Internasional] pernah menyebut Real Tennis sebagai “olahraga paling sulit untuk dikuasai” karena beratnya beban kognitif dan fisik. Namun, menjadi petenis profesional modern juga merupakan pencapaian yang hampir superhuman.
Q: Apakah mekanik “chase” bisa menyenangkan dalam game?
A: Bisa sekali! Bayangkan ini sebagai sistem “combo” atau “stacking debuff”. Kamu menciptakan chase yang buruk untuk lawan (seperti memberi “mark” di lokasi sulit), dan beberapa rally kemudian, kamu bisa “menguangkan” chase itu untuk poin ekstra atau efek khusus. Ini adalah mekanik strategi layer yang dalam.
Jadi, lain kali kamu berselancar di Steam atau melihat game olahraga aneh, perhatikan baik-baik. Mungkin itu adalah jendela ke dalam dunia Real Tennis—sebuah olahraga kuno yang, bagi para gamer yang haus akan kompleksitas, bisa menjadi arena virtual yang jauh lebih menarik dari sekadar lapangan hijau yang biasa kita lihat.

Post navigation

Previous: Panduan Lengkap: Cara Menemukan & Menyelesaikan Semua Level di ‘Cursed Treasure Level Pack’
Next: Panduan Pemula: 5 Strategi Penting untuk Bertahan di Awal Permainan Yokai Dungeon

Related News

自动生成图片: A rookie adventurer looking overwhelmed in a dimly lit dungeon corridor, surrounded by faint glowing Yokai eyes, cartoon style with a muted color palette high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

Panduan Pemula: 5 Strategi Penting untuk Bertahan di Awal Permainan Yokai Dungeon

Ahmad Farhan 2026-02-08
自动生成图片: Isometric view of a mysterious game level with hidden paths, glowing treasure chests, and shadowy enemies, in a dark fantasy style with soft purple and gold lighting high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

Panduan Lengkap: Cara Menemukan & Menyelesaikan Semua Level di ‘Cursed Treasure Level Pack’

Ahmad Farhan 2026-02-08
自动生成图片: A stylized, minimalist side-by-side comparison of a real soccer ball trajectory (parabolic curve) and a Gravity Soccer ball trajectory (exaggerated, steeper curve with visual gravity waves), on a soft blue and grey background, flat design high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

Mengapa Bola Tidak Mau Masuk? Analisis Lengkap Mekanika Fisika & Cara Menguasai Game ‘Gravity Soccer’

Ahmad Farhan 2026-02-08

Konten terbaru

  • Panduan Pemula: 5 Strategi Penting untuk Bertahan di Awal Permainan Yokai Dungeon
  • Real Tennis vs Tenis Modern: 5 Perbedaan Mendasar yang Wajib Diketahui Gamer
  • Panduan Lengkap: Cara Menemukan & Menyelesaikan Semua Level di ‘Cursed Treasure Level Pack’
  • Mengapa Bola Tidak Mau Masuk? Analisis Lengkap Mekanika Fisika & Cara Menguasai Game ‘Gravity Soccer’
  • Menguasai Pitching Muda: Panduan Lengkap Strategi & Build Pitcher Kid di Game Baseball Terbaru
Copyright © All rights reserved. | Ulasan Game by Ulasan Game.