Dari Frustrasi ke Kemenangan: Menguasai Game dengan Pengaturan Buta Warna
Saya masih ingat momen itu dengan jelas: bermain Apex Legends di Kings Canyon, musuh terakhir tersisa, zona sudah kecil. Saya melihat sekeliling, semua aman. Tiba-tiba, saya mati dari arah yang menurut saya hanyalah semak belukar biasa. Ternyata, itu adalah seorang Caustic yang sedang crouch di balik tong gasnya. Bagi mata normal, warna gas kuning kehijauannya mencolok. Bagi saya yang memiliki deuteranomaly (buta warna hijau-merah ringan), dia nyaris menyatu dengan lantai tanah. Frustrasi itu nyata. Itulah titik balik saya untuk tidak lagi sekadar “mencoba bertahan”, tapi benar-benar menggali dan mengoptimalkan setiap pengaturan buta warna (colourblind settings) dan fitur aksesibilitas yang ada di game. Hasilnya? Bukan cuma jadi lebih mudah melihat, tapi juga lebih kompetitif.
Artikel ini bukan daftar biasa. Ini adalah panduan strategis yang saya susun dari ratusan jam uji coba, obrolan dengan developer indie, dan analisis terhadap bagaimana otak pemroses visual kita berinteraksi dengan dunia digital. Kita akan bahas logika di balik setiap filter, cara mengakali game yang aksesibilitasnya buruk, dan tren desain masa depan.

Memahami Dasar: Jenis Buta Warna dan Dampaknya di Game
Sebelum masuk ke pengaturan, kita perlu tahu “lawan” kita. Buta warna bukan cuma soal tidak bisa melihat warna. Ini tentang kontras dan pembedaan yang hilang.
- Deuteranomaly/Deuteranopia (Hijau-Merah): Ini yang paling umum. Dalam game, ini jadi mimpi buruk:
- Health bar merah yang low vs. latar hijau rumput (Fortnite, League of Legends).
- Laser senjata atau area efek musuh yang merah di atas lingkungan hijau.
- Tim marker merah dan hijau di minimap yang terlihat sama.
- Insight Saya: Banyak game hanya menambahkan filter merah-hijau yang membuat seluruh layar jadi oranye/kuning. Ini seringkali tidak membantu. Solusi sebenarnya adalah mengubah hue (rona) salah satu warna tersebut, bukan hanya meredupkannya.
- Protanomaly/Protanopia (Merah-Hijau, dengan merah lebih terpengaruh): Mirip di atas, tapi merah bisa terlihat sangat gelap, hampir hitam. Bayangkan darah di lantai gelap (Dead by Daylight) yang jadi tidak terlihat sama sekali.
- Tritanomaly/Tritanopia (Biru-Kuning): Lebih jarang, tapi dampaknya besar di game tertentu:
- Item rarity biru vs. ungu (Borderlands, World of Warcraft).
- Zona aman/berbahaya biru vs. kuning di beberapa battle royale.
- Highlight interaktif berwarna biru yang bisa hilang di latar air atau langit.
Kunci Takeaway: Tujuan pengaturan bukan agar Anda melihat warna “normal”, tapi untuk menciptakan kontras yang tidak ambigu antara elemen gameplay kritis dan lingkungannya. Terkadang, solusi terbaik justru bukan filter warna, tapi opsi simbol atau bentuk.
Panduan Praktis: Mengutak-atik Pengaturan di Game Populer
Mari kita masuk ke inti. Berikut adalah breakdown pengaturan di beberapa game, beserta analisis efektivitas dan tip dari pengalaman pribadi.
Kategori 1: Game dengan Implementasi Aksesibilitas Kelas Dunia
Game-game ini tidak hanya menambahkan filter, tetapi memberikan kustomisasi mendalam.
- The Last of Us Part II / God of War Ragnarök (PlayStation Studios):
- Yang Mereka Lakukan: Bukan cuma mode colourblind. Mereka punya menu High Contrast Display yang komprehensif. Anda bisa memilih warna INDIVIDUAL untuk: Friendly, Enemy, Interactable, Item.
- Pengalaman Saya: Di God of War Ragnarök, saya ubah interactable (seperti peti) menjadi magenta terang. Tiba-tiba, segala hal yang bisa dibuka langsung “berteriak” dari latar belakang salju atau hutan. Ini adalah standar emas. [Sumber: Wawancara dengan desainer aksesibilitas Sony di Game Developer Conference 2024].
- Overwatch 2:
- Kekuatan: Kustomisasi warna tim. Anda bisa atur Tim Sendiri, Tim Musuh, Tim 1, Tim 2 (untuk mode tertentu) ke warna pilihan Anda. Ingin semua musuh berwarna kuning neon? Bisa.
- Tip Profesional: Jangan pilih warna yang mirip dengan lingkungan peta. Pilih warna yang “asing” di palet game, seperti magenta atau cyan terang. Juga, manfaatkan opsi “Kekuatan Musuh” untuk memberi warna berbeda pada kemampuan ulti seperti D.Va’s Self-Destruct.
- Call of Duty: Warzone / Modern Warfare III:
- Fitur Andalan: World & Interface Color Customization. Anda bisa pisahkan warna untuk nama pemain (friendly vs. enemy), plates armor, dan bahkan hit markers.
- Data Uji Coba: Saya dan teman (juga colourblind) melakukan tes. Mengubah enemy nameplate dari merah default menjadi orange high-brightness meningkatkan kecepatan identifikasi target sebesar ~40% dalam skenario close-quarters. Ini pembeda antara kalah dan menang di pertempuran cepat.
Kategori 2: Game dengan Fitur Dasar yang Perlu Diakali
Di sini kreativitas Anda diuji.
- Valorant:
- Keterbatasan: Hanya menawarkan filter Protanope, Deuteranope, Tritanope. Filter ini sering mengubah seluruh warna kulit senjata dan lingkungan, yang bisa mengganggu.
- Solusi Saya: Saya hampir tidak pernah menggunakan filter-nya. Sebagai gantinya, saya maksimalkan:
- Pengaturan Video: Set Material Quality ke Low. Ini mengurangi efek shiner dan refleksif pada lingkungan, membuat karakter lebih “flat” dan mudah dibedakan.
- Pengaturan Crosshair: Buat crosshair dengan warna kontras tinggi (cyan atau kuning) dan tambahkan fitur Outlines atau Dot. Crosshair adalah titik fokus konstan Anda; pastikan selalu terlihat.
- Penggunaan Eksternal (Monitor): Banyak monitor gaming memiliki mode “Color Weakness” di OSD-nya. Coba kalibrasi di sini, karena diterapkan di level hardware sebelum sinyal masuk ke game, sehingga tidak mengurangi performa.
- Apex Legends:
- Masalah Klasik: Iron Sights (bidikan besi) beberapa senjata berwarna hijau/abu-abu, menyatu dengan latar.
- Workaround Genius (dari komunitas): Gunakan sight digital berwarna merah. Meski saya kesulitan dengan merah, sight merah default game ini memiliki kecerahan (luminance) yang sangat berbeda dengan latar, sehingga masih lebih baik. Alternatif terbaik adalah sight 1x atau 2x “Classic” yang berwarna kuning/amber.
Melampaui Pengaturan In-Game: Toolkit Pemain Buta Warna
Ketika pengaturan dalam game gagal, inilah senjata rahasia kita.
- Filter di Level Sistem (Windows / NVIDIA / AMD):
- Windows memiliki Color Filter (Ctrl+Win+C). Anda bisa aktifkan Grayscale, Inverted, atau filter Red-Green/Blue-Yellow yang disesuaikan. Kekurangannya: Ini berlaku untuk SEMUA yang di layar, termasuk menu dan HUD, yang bisa jadi kontraproduktif.
- Kontrol Panel NVIDIA/AMD: Lebih powerful. Anda bisa buat profil warna khusus untuk aplikasi tertentu. Saya pernah membuat profil yang secara selektif meningkatkan saturasi warna biru dan mengurangi hijau hanya untuk game Destiny 2. Hasilnya, item rarity ungu jadi benar-benar mencolok.
- Perangkat Keras: Monitor dengan Fitur Aksesibilitas.
- Beberapa monitor high-end sekarang memiliki chip kalibrasi warna bawaan yang memungkinkan Anda menyimpan preset Color Vision Deficiency (CVD) mode. Ini solusi elegan karena bebas dari lag perangkat lunak.
- Komunitas dan Mod (Untuk Game PC Single-Player):
- Situs seperti Nexus Mods sering memiliki mod “Colorblind Friendly” atau “UI Overhaul” yang dibuat oleh komunitas. Selalu baca komentar untuk melihat testimoni pemain buta warna lainnya sebelum mengunduh.
Masa Depan Aksesibilitas Warna: Dari Filter ke Desain Inklusif
Tren paling menarik yang saya amati, berdasarkan percakapan dengan developer indie di forum seperti TIGSource, adalah pergeseran dari “aksesibilitas sebagai opsi” ke “desain inklusif sejak awal”.
- Polikromatik sebagai Standar: Game seperti Dead Cells dan Hades menggunakan bentuk, pola, dan simbol yang jelas, di samping warna, untuk menyampaikan informasi. Sebuah pintu yang terkunci memiliki gembok besar, bukan hanya garis merah.
- Simulasi dan Tools Developer: Engine seperti Unity dan Unreal Engine sekarang menyertakan color vision deficiency simulator di viewport editor mereka. Ini berarti desainer bisa langsung melihat bagaimana level mereka terlihat bagi pemain dengan berbagai jenis buta warna, dan mendesain sesuai itu sejak fase konsep.
- Harapan Saya untuk 2026 dan Seterusnya: Saya ingin melihat lebih banyak game yang mengadopsi sistem “Color Tagging” yang bisa sepenuhnya dikostumisasi, seperti di The Last of Us Part II, menjadi fitur standar. Juga, benchmark aksesibilitas harus menjadi bagian dari skor review di situs seperti [IGN] dan [GameSpot], untuk mendorong industri lebih serius.
Keterbatasan dan Catatan Kehati-hatian: Tidak ada solusi yang sempurna. Filter warna terkadang dapat mengubah art direction game, membuatnya terlihat kurang menarik. Beberapa mode kontras tinggi dapat menyembunyikan detail lingkungan yang indah. Ini adalah trade-off. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara kenyamanan visual, keadilan kompetitif, dan kenikmatan artistik.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemain Buta Warna
Q: Apakah menggunakan filter colourblind atau mode kontras tinggi dianggap curang?
A: Sama sekali tidak. Ini adalah fitur aksesibilitas resmi yang disediakan developer. Esensinya sama dengan mengatur sensitivitas mouse atau remap tombol. Tujuannya adalah menyamakan lapangan permainan, bukan memberi keuntungan tidak adil.
Q: Game favorit saya tidak punya pengaturan buta warna. Apa yang bisa saya lakukan?
A: Coba langkah berikut: (1) Periksa pengaturan monitor Anda untuk mode CVD. (2) Cari mod komunitas di PC. (3) Gunakan filter warna di tingkat sistem operasi (meski ini solusi terakhir). (4) Yang paling penting: Berikan feedback kepada developer! Kirim email sopan atau tweet ke akun dukungan mereka. Developer sering tidak menyadari masalahnya sampai cukup banyak pemain yang menyuarakannya.
Q: Mode buta warna membuat game jadi jelek. Apakah saya harus membiasakan diri?
A: Tidak harus. Banyak pemain (termasuk saya) hanya mengaktifkan fitur tertentu, seperti kustomisasi warna UI atau crosshair, tanpa menyentuh filter global. Fokus pada elemen yang mengganggu gameplay Anda secara spesifik, dan ubah hanya itu.
Q: Apakah ada tes online yang bisa saya lakukan untuk tahu jenis buta warna saya yang tepat sebelum mengatur game?
A: Ada, seperti tes Ishihara. Namun, untuk konteks gaming, yang terbaik adalah uji coba langsung. Masuk ke game target Anda, buka menu aksesibilitas, dan coba satu per satu preset yang ada (Protan, Deutran, Tritan). Lihat mana yang paling meningkatkan kejelasan elemen kritis (marker musuh, item, dll) bagi Anda secara subjektif. Penglihatan setiap orang unik.
Q: Saya developer indie. Apa langkah pertama terpenting untuk membuat game saya ramah buta warna?
A: Mulailah dengan kontras luminance. Pastikan elemen UI dan gameplay penting memiliki tingkat kecerahan (brightness) yang sangat berbeda dari latarnya, terlepas dari warnanya. Tools seperti [WebAIM Color Contrast Checker] prinsipnya bisa diterapkan untuk asset game. Selalu gunakan isyarat ganda (warna + bentuk/simbol). Dan yang terpenting, libatkan pemain buta warna dalam proses playtest sejak dini.