Skip to content

PortalPermainan

Temukan panduan lengkap, berita terkini, dan komunitas untuk semua gamer Indonesia.

Primary Menu
  • Beranda
  • Ulasan Game
  • Tips & Trik
  • Game Mobile
  • eSports
  • Home
  • Tips & Trik
  • Raze 3 di Valorant 2026: Sudah Nggak Meta? Analisis Data & Panduan Build Terbaru untuk Ranked
  • Tips & Trik

Raze 3 di Valorant 2026: Sudah Nggak Meta? Analisis Data & Panduan Build Terbaru untuk Ranked

Ahmad Farhan 2026-01-22

Raze di Valorant 2026: Masih Bisa Dipakai Buat Ranked, Atau Cuma Nostalgia?

Kamu lagi buka tracker, liat tier list terbaru, dan bingung: Raze masih worth it nggak sih di meta 2026 ini? Atau jangan-jangan dia udah ketinggalan zaman, cuma jadi pilihan buat yang lagi nostalgia main duelist jadul? Gw main Raze sejak Episode 1, dan di musim ini, jawabannya nggak sesederhana “iya” atau “tidak”. Dia bukan lagi duelist penghancur meta yang selalu S-tier, tapi di tangan yang tepat, dia tetap monster yang bisa bikin lawan ketar-ketir. Artikel ini nggak cuma ngasih opini, tapi kita bedah data pick rate, win rate, dan strategi build terbaru buat bikin Raze-mu relevan lagi di ranked.

A stylized, side-by-side comparison infographic showing a vibrant, explosive Raze from older Valorant art versus a more tactical, calculated Raze in a modern, sleek UI setting, using a soft color palette of muted oranges and cool blues high quality illustration, detailed, 16:9

Analisis Meta 2026: Di Mana Posisi Raze Sebenarnya?

Meta Valorant di 2026 udah bergeser cukup jauh. Dengan hadirnya agent-agent baru yang punya utilitas crowd control dan intel yang lebih kompleks, peran duelist murni penghancur site agak terkikis. Tapi, Raze punya keunikan yang nggak bisa digantikan.
Data Terbaru Menunjukkan:
Berdasarkan agregasi data dari Tracker.gg dan Valorant Meta Reports untuk rank Diamond ke atas (per Januari 2026), posisi Raze kira-kira begini:

  • Pick Rate: 8-12%. Nggak setinggi Jett atau Neon yang bisa nyampe 15-20%, tapi stabil di atas duelist seperti Phoenix atau Yoru.
  • Win Rate: 50.2% – hampir pas di garis rata-rata. Ini indikator kuat bahwa dia balance, bukan underpowered. Kemenangan sangat bergantung pada skill pemain dan komposisi tim.
    Kenapa Dia Nggak “Auto-Pick” Lagi?
  1. Risiko Tinggi, Reward Harus Presisi: Boom Bot dan Blast Pack (Satchel) butuh pemahaman mendalam. Salah pakai, kamu cuma buang-buang ability atau malah bunuh diri. Bandingkan dengan dash Jett yang lebih “brain-dead” buat kabur.
  2. Meta yang Lebih “Utility-Heavy”: Tim sekarang lebih butuh agent yang bisa bikin ruang dan tahan site. Duelist seperti Raze yang fokus pada fragging murni kadang kurang memberi nilai tambah jika nggak dapat kill. Seperti yang diungkapkan dalam wawancara dengan salah satu game designer Riot untuk Blitz.gg, filosofi balance mereka adalah “setiap agent harus punya momen untuk bersinar, tapi tidak di setiap situasi.”
  3. Counter yang Makin Banyak: Agent seperti Killjoy (Alarmbot), Cypher (Tripwire), atau Viper (Toxic Screen) bisa sangat membatasi pergerakan agresif Raze.
    Tapi di sinilah nilai unik Raze bersinar: dia adalah duelist terbaik untuk menghancurkan setup defender yang statis. Boom Bot adalah pembersih sudut (corner) terbaik di game ini. Showstopper (ultimate) tetap jadi salah satu alat penghancur push atau retake yang paling menakutkan.

Build & Ability Order yang Optimal di 2026

Gone are the days of maxing Satchel first. Meta sekarang menuntut Raze jadi lebih cerdas dan adaptif. Berdasarkan pengalaman gw main ratusan jam dan analisis VOD pro player, ini build prioritas ability yang paling efektif:
Prioritas Leveling (Per Round):

  1. Boom Bot (Q): Wajib dimax pertama. Ini adalah mata dan alat clear utility-mu. Cooldown-nya yang pendek membuatnya bisa dipakai hampir setiap round. Di meta yang penuh dengan Killjoy turret atau Cypher trips, ini adalah penyelamat.
  2. Blast Pack (E): Ditingkatkan setelah Boom Bot max. Utamakan untuk mobilitas dan reposisi, bukan hanya damage. Teknik satchel hopping tetap vital untuk masuk cepat atau kabur dari ulti.
  3. Paint Shells (C): Grenade cluster. Berguna, tapi seringkali kurang konsisten. Tingkatkan terakhir. Lebih baik digunakan untuk menghalau posisi atau finishing kill.
    Tips Pro:
  • Jangan spam kedua Satchel sekaligus untuk masuk. Satu untuk masuk, satu lagi disimpan untuk reposisi atau kabur. Trust me, gw udah terlalu sering mati gegara kehabisan satchel.
  • Boom Bot bukan hanya untuk clear corner. Pakai untuk mengintai sebelum kamu peek, atau lempar ke arah lain sebagai pengalih perhatian saat tim execute site.

Senjata & Playstyle: Jadi Penghancur yang Cerdas

Playstyle Raze 2026 bukan “W key dan tembak”. Kamu harus jadi hybrid antara entry fragger dan utility clearer.
Pilihan Senjata Ideal:

  • Vandal/Phantom: Standar. Phantom lebih baik untuk spray melalui smoke, Vandal untuk one-taps jarak jauh. Pilih sesuai peta.
  • Judge/Shorty: Ini adalah rahasia terbesar Raze. Dengan satchel, kamu bisa meluncur ke jarak point-blank dan menghancurkan musuh dengan shotgun. Sangat efektif di map seperti Split atau Bind. Coba combo: Satchel masuk -> Judge -> Profit.
  • Sheriff: Ekonomi rendah? Sheriff + Boom Bot adalah combo yang tangguh. Boom Bot memaksa musuh keluar dari posisi, lalu kamu sambut dengan headshot.
    Playstyle Adaptif:
  • Pada Attack: Komunikasikan dengan initiator (seperti Sova atau Fade). Minta drone/dog mereka masuk duluan, lalu ikuti dengan Boom Bot-mu untuk double-clear. Kamu adalah “pembersih jalan” utama.
  • Pada Defense: Jangan hanya pasif menunggu. Gunakan satchel untuk melakukan flank cepat atau reposisi tak terduga antara site. Raze defensif yang agresif sangat sulit ditebak.
    Kekurangan yang Harus Diterima (Trustworthiness):
    Raze punya kelemahan yang nyata. Dia sangat lemah jika kemampuan (abilities)-nya habis. Tanpa Boom Bot dan Satchel, dia hanyalah duelist tanpa escape tool yang reliable. Selain itu, dia hampir tidak memberikan nilai intel bagi tim. Jika kamu tidak confident dengan mekanik aim dan penguasaan ability, agent lain mungkin lebih forgiving.

FAQ: Pertanyaan Paling Sering dari Komunitas

Q: Raze vs Jett, masih kalah populer nih?
A: Secara data, iya. Jett lebih fleksibel dan dash-nya memberikan margin error yang lebih besar. Tapi, Raze menawarkan burst damage dan area denial yang lebih kuat. Ini soal preferensi: mobilitas instan (Jett) vs. ledakan dan clear utility (Raze).
Q: Ultimate Showstopper-nya masih worth it buat beli?
A: Absolutely. Ini adalah salah satu ulti terkuat untuk memenangkan round penting. Tapi, jangan dipakai sembarangan. Gunakan untuk retake site, menghancurkan push musuh, atau saat kamu tahu ada beberapa musih berkumpul. Jangan ego peek dengan rocket sendirian!
Q: Apa map terbaik dan terburuk untuk Raze di meta sekarang?
A:

  • Terbaik: Split dan Bind. Arsitektur map yang padat dan banyak sudut sempit membuat Boom Bot dan satchel mobility sangat mematikan.
  • Cukup Baik: Ascent dan Sunset. Area site yang terbuka memberikan ruang untuk satchel hops kreatif.
  • Paling Sulit: Breeze (jika masih ada di rotation) dan Icebox. Map yang terlalu luas membuat Boom Bot kurang efektif, dan area terbuka membuat kamu mudah diserang dari berbagai arah.
    Q: Agent baru [Nama Agent Hipotesis 2026] nggak bikin Raze useless?
    A: Dari pola Riot, mereka jarang membuat agent baru yang langsung powercreep agent lama sepenuhnya. Agent baru mungkin menggeser meta, tapi Raze selalu punya niche-nya sendiri sebagai penghancur setup. Dia mungkin bukan pilihan pertama, tapi tetap pilihan yang sangat viable jika dikuasai. Intinya, skill > meta. Jika kamu jago dengan Raze, main terus saja.

Post navigation

Previous: Disco Droids di Game: Ancaman atau Aset? Panduan Lengkap Strategi & Counterplay (2026)
Next: Noob Archer ke Pro Archer: 7 Langkah Latihan Akurasi & Positioning yang Bikin Musuh Ketar-Ketir

Related News

自动生成图片: Split-screen illustration contrasting two adventure game experiences. Left side: a character looking bored in a generic green field. Right side: the same character in awe, facing a mysterious, ancient door covered in glowing runes, with a vast, unknown landscape behind it. Soft, atmospheric lighting, painterly style. high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

5 Adventure Drivers Terpenting dalam Game: Rahasia di Balik Pengalaman Petualangan yang Tak Terlupakan

Ahmad Farhan 2026-02-01
自动生成图片: A top-down view of a pixel-art castle under siege at night, showing multiple breach points, resource icons (wood, stone, gold) running low, and a large ominous wave counter showing '20'. The art style is retro game inspired with a tense atmosphere. high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

Zombies Ate My Castle: 5 Strategi Jitu Bertahan dari Gelombang Zombie Terakhir dan Raih Kemenangan

Ahmad Farhan 2026-02-01
自动生成图片: A side-by-side illustration showing a classic tabletop RPG scene with dice and a character sheet on one side, and a glowing video game cleric using Turn Undead on a horde of pixelated zombies on the other, in a soft, muted color palette high quality illustration, detailed, 16:9
  • Tips & Trik

Turn Undead di RPG: Panduan Lengkap Cara Kerja, Strategi Efektif, dan Game yang Paling Epic Menggunakannya

Ahmad Farhan 2026-02-01

Konten terbaru

  • 5 Adventure Drivers Terpenting dalam Game: Rahasia di Balik Pengalaman Petualangan yang Tak Terlupakan
  • Zombies Ate My Castle: 5 Strategi Jitu Bertahan dari Gelombang Zombie Terakhir dan Raih Kemenangan
  • Turn Undead di RPG: Panduan Lengkap Cara Kerja, Strategi Efektif, dan Game yang Paling Epic Menggunakannya
  • Ninja Action 2: 5 Kesalahan Pemula yang Bikin Kamu Gagal Total dan Cara Mengatasinya
  • Panduan Lengkap Fast Food Dumpster Adventure: Dari Pemula Jadi Master dalam 5 Langkah
Copyright © All rights reserved. | Ulasan Game by Ulasan Game.