Mengapa Real Tennis Terasa Sangat Asing? Mari Kita Buka Pintu Lapangan Ini
Pertama kali saya menyaksikan pertandingan Real Tennis (atau Court Tennis) beberapa tahun lalu, reaksi saya persis seperti kebanyakan orang: “Ini tenis yang mana? Kok bolanya memantul ke segala arah, lapangannya seperti kastil, dan aturannya terdengar seperti bahasa rahasia?” Kebingungan itu wajar. Olahraga ini, yang merupakan nenek moyang langsung dari tenis modern, adalah sebuah ekosistem bermain yang kompleks dan penuh keindahan tersembunyi. Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif Anda untuk mengatasi kebingungan awal itu. Kita akan membongkar lapangan uniknya, mengurai aturan skoring yang membingungkan, dan mengenal teknik pukulan dasarnya—semuanya dari sudut pandang seorang pemain yang pernah merasakan sendiri betapa awalnya terasa seperti memecahkan kode.
Tujuan saya sederhana: setelah membaca ini, Anda tidak hanya paham apa itu Real Tennis, tetapi juga bagaimana cara menikmati dan memahaminya sebagai sebuah permainan strategi yang dalam, jauh melampaui sekadar memukul bola ke seberang net.

Anatomi Lapangan: Bukan Hanya Sebuah “Court”, Tapi Sebuah Labirin
Jika lapangan tenis modern adalah kanvas persegi panjang yang seragam, maka lapangan Real Tennis adalah sebuah arsitektur permainan. Inilah sumber utama kompleksitasnya. Memahaminya adalah kunci pertama.
Fitur Unik yang Menentukan Segalanya
Lapangan ini dikelilingi oleh dinding di semua sisi (seperti squash), tetapi dengan tambahan struktur yang membuatnya unik:
- The Penthouse: Ini adalah atap bersudut yang menjorok di tiga sisi lapangan. Bola yang menyentuhnya akan menghasilkan pantulan yang sangat tidak terduga dan lambat, menciptakan peluang untuk pukulan drop shot yang licik. Menguasai pukulan ke penthouse adalah seni tersendiri.
- The Tambour: Sebuah dinding yang miring (biasanya di sisi kiri lapangan dari perspektif penerima). Ini adalah “hazard” paling terkenal. Bola yang menyentuh tambour akan terpental secara acak dan tajam, seringkali mustahil untuk dikembalikan. Dalam wawancara untuk The Guardian, seorang juara dunia Real Tennis menggambarkan tambour sebagai “penjaga gawang yang kejam sekaligus sekutu terbaik.”
- The Grille dan The Dedans: Ini adalah bukaan/jendela berjeruji di dinding. Memukul bola tepat ke dalam Grille (di dinding depan) atau Dedans (di dinding samping, di belakang pemain) menghasilkan poin langsung—sebuah “winner” mutlak. Menghasilkan pukulan ke sini membutuhkan presisi yang luar biasa.
Struktur ini berarti setiap sudut lapangan memiliki karakteristik fisik dan strategis yang berbeda. Seorang pemain hebat tidak hanya bermain melawan lawannya, tetapi juga “bermain” dengan arsitektur lapangan.
Zona Bermain dan “Chase”
Konsep paling asing bagi pemula adalah sistem “Chase”. Garis di lantai tidak hanya penanda in/out, tetapi penanda zona. Jika sebuah bola memantul dua kali di area antara garis servis dan garis belakang tanpa bisa dijangkau, itu bukan poin langsung. Sebaliknya, sebuah “chase” tercipta. Posisi pantulan kedua itu diukur, dan pemain kemudian akan “membela” chase tersebut pada game berikutnya dengan berdiri di tempat pantulan itu terjadi. Ini menambah lapisan strategi posisional yang sangat dalam, mengubah tenis dari sekadar adu pukulan menjadi permainan catur fisik.
Aturan dan Skoring: Logika Di Balik Angka-Angka Aneh
Skor 15, 30, 40, “game” memang mirip dengan tenis modern, tetapi filosofi di baliknya lebih terasa di sini. Poin tidak hanya dimenangkan dengan memaksa lawan error, tetapi seringkali dengan menciptakan situasi yang mustahil melalui interaksi dengan lapangan.
Sistem Poin dan “Set”
Sistem poinnya sama, tetapi cara bermainnya berbeda. Servis harus dipantulkan ke penthouse terlebih dahulu sebelum masuk ke area kotak servis, menambah variabel ketepatan. Set terdiri dari 6 game, tetapi jika skor 5-5, pemain dapat setuju untuk bermain hingga 9 game (set “sekali putaran”). Ini adalah tradisi yang mencerminkan sifat olahraga yang lebih sosial dan berbasis kesepakatan di masa lalu.
“Chase” Sebagai Inti Strategi
Mari kita ulas Chase karena ini adalah jantung strategi Real Tennis. Bayangkan Anda memukul bola yang memantul dua kali di dekat garis belakang lawan. Alih-alih mendapatkan poin, Anda menciptakan “chase” yang nilainya “lebih baik dari 4” (jika pantulannya sangat dekat dengan dinding belakang). Pada game berikutnya, Anda dan lawan akan bertukar sisi. Lawan sekarang harus “membela” chase itu dengan berdiri di dekat dinding belakang dan memastikan bola yang mereka pukul memantul dua kali di area yang lebih dekat ke net daripada posisi chase tadi. Jika gagal, Anda mendapatkan poin.
Mengapa ini jenius? Sistem chase mengubah setiap pukulan menjadi investasi jangka panjang. Sebuah pukulan defensif yang baik yang menciptakan chase di sudut yang sulit bisa memberi Anda poin di game mendatang. Ini menghargai kecerdasan taktis dan kontrol bola setara dengan kekuatan pukulan.
Teknik Dasar: Lebih Banyak “Touch” Daripada “Power”
Jangan bayangkan pukulan topspin keras alami Rafael Nadal. Real Tennis adalah permainan touch, angles, dan geometry. Raketnya lebih berat dan kepala lebih kecil, bolanya lebih padat dan kurang elastis.
Jenis Pukulan Inti
- The Serve: Seperti disebutkan, harus menyentuh penthouse. Servis yang baik bukan tentang ace, tetapi tentang menempatkan bola ke area yang memaksa lawan mengembalikan bola lemah, idealnya menciptakan peluang untuk pukulan berikutnya ke grille atau dedans.
- The Boast: Pukulan khas dari olahraga dinding. Memukul bola ke dinding samping sebelum melintas ke sisi lawan. Boast ke tambour adalah senjata mematikan, tetapi sangat berisiko karena jika tidak tepat, bola akan melambung untuk dihancurkan lawan.
- The Force: Pukulan drive yang relatif datar, mirip groundstroke tenis modern, digunakan untuk mengontrol pusat lapangan dan menekan lawan.
- The Volley: Menjadi agresif di dekat net sangat penting, terutama untuk memotong bola-bola yang mencoba melewati Anda dan menciptakan chase.
Rahasia yang Sering Terlewatkan: Membaca “Bounce”
Karena lapangan yang tidak rata (gabungan kayu, pualam, dan semen untuk garis), pantulan bola di Real Tennis sangat tidak konsisten dibanding tenis modern. Seorang pemain veteran pernah berkata kepada saya, “Di sini, kamu tidak membaca lawan, kamu membaca lapangannya.” Pengalaman merasakan bagaimana bola berperilaku di setiap sudut—dekat dedans, sepanjang tambour, di bawah penthouse—adalah pengetahuan yang hanya didapat dengan jam terbang. Ini adalah Experience murni yang tidak bisa disimpulkan hanya dari menonton.
Kelemahan dan Tantangan: Jangan Terlalu Romantis
Sebagai pecinta olahraga ini, saya harus jujur tentang kelemahannya. Akses adalah hambatan terbesar. Lapangan Real Tennis sangat langka (hanya sekitar 45 aktif di seluruh dunia), mahal untuk dibangun dan dirawat. Ini membuat olahraga ini terkesan sangat eksklusif dan sulit dijangkau masyarakat umum. Komunitasnya kecil dan seringkali menua. Selain itu, kurva belajarnya sangat curam karena kompleksitas aturan dan tekniknya. Butuh komitmen dan kesabaran lebih dari sekadar mengambil raket tenis dan pergi ke lapangan umum.
Namun, justru kelangkaan dan kompleksitas inilah yang memberi pesonanya. Setiap kali bermain, Anda terhubung dengan sejarah panjang (olahraga ini dimainkan oleh raja-raja sejak abad ke-16), dan merasakan kepuasan intelektual yang unik. Ini bukan olahraga untuk mencari keringat semata, tetapi untuk menikmati teka-teki strategis yang hidup.
FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Pemula
Q: Apa perbedaan paling mendasar antara Real Tennis dan tenis modern (lawn tennis)?
A: Real Tennis dimainkan di dalam ruangan dengan dinding dan fitur arsitektur (penthouse, tambour) yang menjadi bagian aktif permainan. Tenis modern dimainkan di lapangan terbuka/persegi panjang tanpa interaksi dengan dinding. Aturan “chase” di Real Tennis juga tidak ada padanannya di tenis modern.
Q: Apakah sulit untuk menemukan tempat bermain Real Tennis di Indonesia?
A: Sangat sulit. Saat ini, tidak ada lapangan Real Tennis yang beroperasi di Indonesia. Lapangan aktif terdekat kemungkinan besar berada di Australia atau Inggris. Minat biasanya dipuaskan dengan menonton pertandingan melalui kanal khusus seperti YouTube channel “The Real Tennis Association” atau mengunjungi klub-klub saat traveling.
Q: Bisakah skill tenis modern membantu saya bermain Real Tennis?
A: Ya dan tidak. Koordinasi mata-tangan dan pemahaman dasar tentang raket sport akan membantu. Namun, teknik pukulan, taktik, dan cara membaca permainan sama sekali berbeda. Pemain tenis modern yang kuat seringkali frustasi awal karena tidak bisa mengandalkan power dan spin mereka, dan harus belajar dari nol cara menggunakan dinding dan sudut.
Q: Mengapa olahraga yang sepertinya “kuno” ini masih bertahan?
A: Karena kedalaman strategis dan keunikan pengalaman bermainnya tidak ada duanya. Bagi komunitasnya, ini seperti catur yang dikombinasikan dengan biliar dan atletik. Rasanya seperti memecahkan kode yang hidup setiap kali bermain. Pelestariannya juga didorong oleh nilai sejarah dan budayanya yang tinggi.
Q: Bagaimana cara terbaik untuk mulai mempelajarinya jika tidak ada lapangan?
A: Mulailah dengan menjadi penonton yang terdidik. Tonton pertandingan online dengan komentator yang baik, fahami istilah-istilahnya (chase, tambour, grille), dan baca literatur sejarahnya. Jika ada kesempatan bepergian ke kota yang memiliki lapangan (seperti Melbourne, London, atau New York), banyak klub yang menawarkan “experience day” untuk pemula.